Selamat Datang

Rabu, 27 Januari 2016

Pengumuman Cianjur Hasil Gugatan MK



Pengumuman Cianjur Hasil Gugatan MK


Harap - harap cemas, mungkin itulah kata yang tepat saat berbicara perasaan dari timses kedua kubu pasangan calon Beriman dan Suara yang saat ini sedang melaksanakan sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi.
 Dilihat dari situs milik MK, kedua pasangan ini dijadwalkan akan melakukan sidang sekitar pukul 16.00 wib [21/1/2106]. Disana, MK akan membacakan sejulmlah gugatan pelanggaran yang dilaporkan tim Suara kepada tim Beriman.
 Setelah itu, MK akan mengumumkan hasil keputusan secara langsung setelah memberikan sejumlah alasan menurut hasil kajian sesuai dengan undang-undang pilkada.


Polsek Ciranjang Temukan Puluhan Lembar Upal Didalam Mobil


Jajaran petugas dari Polsek Ciranjang Kabupaten Cianjur berhasil menemukan ratusan lembar uang palsu (upal) dari sejumlah negara, Rabu (27/5) malam. Upal tersebut ditemukan oleh petugas di dalam sebuah mobil mini bus Honda Mobilio warna putih nopol B 1273 PRX yang ditinggalkan oleh pemiliknya di sebuah kawasan permukiman warga.

Kapolsek Ciranjang, AKP Nelson Siregar mengatakan, penemuan upal tersebut tidak terlepas adanya laporan dari warga masyarakat yang mencurigai sebuah mobil di Kampung Pasir Kawung, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
Atas dasar laporan tersebut, pihaknya langsung menuju ke lokasi dimaksud dan mendapati mobil sudah ditinggalkan oleh pelaku begitu saja. Setelah diperiksa, di dalam mobil tersebut, ditemukan ratusan lembar uang yang diduga palsu.

“Menurut informasi dari masyarakat pelakunya ada empat orang. Tapi ketika kami sampai di sana, para pelaku itu sudah kabur dan meninggalkan mobilnya begitu saja,” ujarnya.
Setelah diperiksa, didalam mobil ditemukan 80 lembar uang rupiah mainan pecahan Rp100 ribu, 80 lembar kertas yang menyerupai uang pecahan Rp100 ribu, 19 lembar uang pecahan 1.000 Dinar Irak, 73 lembar pecahan 500 Won Korea serta 50 lembar pecahan 1.000 Won Korea.

“Selain itu, kami juga menemukan dua buah handphone serta puluhan amplop kosong yang kami amankan sebagai barang bukti,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan pihaknya dari kesaksian warga setempat menyebutkan, sebelumnya warga memergoki para pelaku yang berjumlah empat orang diduga akan melakukan aksi penipuan.

Karena kepergok, warga pun kemudian meneriaki para pelaku sebagai maling sehingga langung mengambil langkah seribu dan kabur meninggalkan mobilnya begitu saja.
“Pelaku sudah kabur saat kami tiba di lokasi. Saat ini, kami sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya penemuan upal tersebut, masyarakat diharap waspada terhadap orang asing yang tidak dikenal yang tiba-tiba masuk ke wilayahnya masing-masing. Apalagi, kata dia, jika gerak-gerik orang tersebut cukup mencurigakan.
“Segera laporkan kepada kami. Tetap jaga keamanan lingkungan masing-masing,” harapnya.

Jumat, 12 Oktober 2012


GAIB Nyatakan Cianjur Kondusif

Rabu (10/10/2012).

CIBEBER-Seruan Cianjur kondusip dan bersatu, kali ini ditujukan Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) bersama Yayasan Ponpes Darul Magfiroh Gelar, Sadamaya Cibeber. Deklarasi bersama ciptakan Cianjur damai dan aman, bertempat di Pondok Pesantren Gelar Kecamatan Cibeber, Rabu (10/10).

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Cianjur Suranto, Ketua DPRD Cianjur Gatot Subroto, Ketua Pelaksana Olih Solihin, Dadan Suhendar, Pembina Yayasan Ponpes Darul Magfiroh H. Mochhamad Faizal, jajaran muspika Cibeber, sejumlah pejabat dan mantan pejabat Cianjur.

Hadir pula Ketua SC 234 Ichwan Achyadi Rachmat, Ketua Basmi Luki, Pakar Hukum dan mantan Ketua Pengadilan Singkawang O.K Joesli, serta ratusan orang menyatakan dukungan Cianjur kondusip memadati komplek pesantren tersebut.

Acara yang dimulai pukul 14.00 Wib sampai selesai, mengangkat tema damai, aman, saling menghormati sesama umat dan tegakkan supremasi hukum. Dalam kesempatan itu, bersama-sama mendeklarasikan pernyataan sikap Cianjur kondusif dibacakan Olih Solihin lalu diikuti para tokoh ulama, para ketua ormas, para ketua LSM se Cianjur.

Olih dalam pernyataanya menyatakan, acara tersebut untuk kepentingan bangsa ke depan, khususnya rakyat Cianjur, mari kita bangun Cianjur dengan tulus dan kondusif.

Juga penandatangaan lewat papan deklarasi dan surat pernyataan. Menurut Solihin acara ini tidak ada kaitan politik, tapi murni untuk mempererat persaudaraan selaras dengan Pancasila pada sila ketiga Persatuan Indonesia.

Berarti, sebut Olih, utuh tidak terpecah-pecah, persatuan mengandung arti bersatunya bermacam-macam corak beraneka ragam menjadi suatu kebulatan.

“Bangsa Indonesia bersatu khususnya di Cianjur, sehingga kita akan mudah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta meujudkan perdamaian yang abadi,” paparnya.

Selanjutnya, ormas GAIB akan melaksanakan kegiatan yang positif setiap lima bulan sekali. Seperti, gerak jalan, bakti sosial, dan bidang lainnya. “Kita akan lakukan sesuai program GAIB untuk kepentingan bersama,” tuturnya.

Wakil Bupati Cianjur Suranto dalam sambutanya mengaku tertarik dengan deklarasi yang digagas ormas GAIB kerjasama Yayasan Ponpes Darul Magfiroh. Hal ini, kata Suranto sama membantu pemerintah dalam hal kebaikan. “Ini kegiatan baik sekali sehingga dapat bersilaturahim, bahkan bisa sama-sama berdiskusi memecahkan pesoalan Cianjur saat ini,” ungkapnya.

Unjuk Rasa Warga Di Kebun Raya Cibodas Cianjur Diwarnai Kericuhan

Senin, 27 Agustus 2012 12:23 WIB

CIANJUR - Kericuhan warga Cimacan dengan petugas kepolisian di pintu masuk retribusi Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat dipicu aksi blokir jalan masuk oleh warga. Saat itu polisi berusaha menenangkan warga untuk tidak memblokir jalan dan merusak fasilitas umum. Namun tindakan polisi ini membuat warga berang sehingga kericuhan pun tidak bisa dihindari. Atas kericuhan ini pun beberapa warga diamankan petugas karena dianggap sebagai biang keributan.

“Masalah retribusi yang dilakukan pihak Kebun Raya Cibodas sudah lama meresahkan warga Cimacan karena pungutan retribusi di pos masuk ke Kebun Raya Cibodas yang dipungut petugas Dinas Pariwisata Daerah Cianjur tidak memberikan kesejahteraan bagi desa dan warga setempat. Selain itu,  pungutan retribusi ini sudah tidak masuk akal, mulai pagi hingga dini hari masih tetap diberlakukan pungutan” ujar Yanto, Korlap aksi.

 Atas pungutan tersebut  warga mendesak pemerintah setempat  membubarkan pos retribusi dan pungutan retribusi karena diduga telah dijadikan ajang korupsi oknum petugas Dinas Pariwisata Daerah Cianjur. Pihaknya juga  mengancam akan berunjuk rasa kembali dengan mengerahkan massa yang lebih banyak hingga tuntutannya direalisasikan. 

Jumat, 18 May 2012 14:34
Cianjur- Situs resmi Pemkab Cianjur www.cianjurkab.go.id, diduga diretas. Tampilan pada situs yang biasa berisi pemberitaan seputar kegiatan pemerintahan, saat ini hanya berisi foto-foto, dua di antaranya foto aksi demo dan satu lagi tumpukan sampah.
terdapat tulisan berbunyi :
Cianjur Cyber Fucker
The message: Hay Admin Are You Shocked !! Your Security 8.8.8.8 !! Cianjur Kab Got Hacked?? hahahaha !! LOL ini hanyalah sebuah ajang perkenalan untuk kalian anak-anak Cyber di Cianjur.
Kami sekelompok Kacktivist (Hacker) di daerah Cianjur.
Kami sekelompok IT yg tak pernah dilirik oleh para pemerintah Cianjur.
Kami memprotes tentang pemerintahan Cianjur yg sangat jauh dari keberhasilan!
buat admin
F*ck your system !!!!
Jangan lupa patch !! Bisi arurang datang deui kadieu
Belum ada keterangan resmi dari Pemkab Cianjur mengenai dugaan peretasan situs itu. Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Cianjur Aban Sobandi saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak diangkat. 

Penahanan Syarif, Pemkab Cianjur Belum Ambil Sikap

Cianjur - Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengaku baru mengetahui informasi dijebloskannya Syarif Hidayat, mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Cianjur periode tahun 2009-2010 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kebonwaru, Bandung.

Syarif yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPRD diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas Dispenda Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2009 dengan kerugian negara sebesar Rp615.890.000 berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat.
"Saya baru tahu informasinya, jadi belum bisa menentukan bantuan hukumnya seperti apa sebelum ada laporan resmi," kata Tjetjep seusai menghadiri pencanangan dan penyerahan bantuan hibah program Rp10juta per RT di Lapang Prawatasari, Joglo, Jumat (22/6/2012).

Hal senada diungkapkan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Cianjur Heri Supardjo. Heri mengaku secara formal belum menerima laporan terkait penahanan Syarif Hidayat. "Informasi memang sudah ada. Secepatnya akan kami cek," kata Heri kepada INILAH.COM di Gedung DPRD Cianjur, Jumat (22/6/2012).

Heri belum bisa memastikan bentuk bantuan hukum terhadap Syarif Hidayat. Namun jika memang kasusnya berkaitan dengan kedinasan, sesuai tupoksi tentunya akan dibantu. Jika kasusnya permasalahan personal, akan dipikirkan lebih lanjut. "Tapi itu diserahkan lagi kepada yang bersangkutan. Kalau memang menginginkan ada bantuan hukum, pastinya akan kami bantu," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, terungkapnya kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas Dispenda Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2009 dengan kerugian negara sebesar Rp615.890.000 berawal dari penyidikan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Berkas penyidikannya kemudian dilimpahkan ke Kejari Cianjur dengan pertimbangan tempat dan waktu kejadian berada di Cianjur.

Kasi Pidana Khusus Kejari Cianjur Suherman membenarkan penahanan Syarif Hidayat yang saat ini dititipkan di LP Kebonwaru Bandung. Suherman mengungkapkan, penahanan ini berawal saat penyidikan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat merampungkan pemberkasan kasus dugaan korupsi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur bertempat di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Penyerahan berkas P21 beserta tersangka kepada Kejari Cianjur oleh Polda Jabar dikarenakan tempat dan waktu kejadian di Kabupaten Cianjur. Sesuai dengan kewenangan penuntun umum, semuanya sudah memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan.

"Semua berkas sudah memenuhi syarat karena tersangka tidak bisa mempertanggungjawabkan laporan keuangan perjalanan dinas. Maka, kami langsung melakukan penahanan di Rutan Kebonwaru sebagai titipan tahanan kejaksaan.

Dititipkannya SH untuk memudahkan dalam proses hukumnya," kata Suherman .

Mahasiswa Cianjur Desak Usut Tuntas Kasus Mamin

Jumat, 13 Januari 2012 22:39

CIANJUR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Cianjur (AMPC), menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Ngaos-Mamaos-Maenpo dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Mereka mendesak penuntasan kasus makan minum (Mamin) 2007-2010. Aksi berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB. Aksi yang digelar di tengah rintik hujan itu, diwarnai pembakaran replika patung yang terbuat dari kertas bertuliskan “koruptor”. Para mahasiswa mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur lebih berani memberantas kasus korupsi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

Mereka mendesak Kejati Jabar segera menangkap para pejabat yang diduga kuat terlibat dalam kasus penyelewengan APBD pada Pos Makan Minum (Mamin) tahun 2007-2010 yang menelan kerugian Negara sebesar Rp7,5 miliar.

“Kalau pihak Kejati telah menetapkan dua tersangka pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, tindak lanjuti dengan penangkapan,” ungkap koordinator aksi, Mustofa dalam orasinya.

Jika Kejati Jabar tidak sanggup menangkapnya, mahasiswa mengancam akan menangkap dengan caranya sendiri. Aksi yang dilakukan di dua tempat tersebut mendapat pengawalan ketat sejumlah anggota polisi Dalmas Polres Cianjur.